Museum Dewantara Kirti Griya Saksi Bisu Munculnya Dasar Pemikiran Pendidikan Tamansiswa
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal
sebagai Ki Hadjar Dewantara mendirikan Tamansiswa awalnya berlokasi di Jalan
Tanjung No. 28 Yogyakarta (Sekarang Jalan Gajah Mada). Seiring berjalannya
waktu, Kompleks Tamansiswa berpindah di Jalan Tamansiswa No. 31 Yogyakarta pada
14 Agustus 1934. Tempat ini juga merupakan Lokasi berdirinya Museum Dewantara
Kirti Griya yang diresmikan pada 2 Mei 1970. Museum Dewantara Kirti Griya
(MDKG) merupakan bekas rumah dari Ki Hadjar Dewantara, tempat ia berkarya mengembangkan
Perguruan Tamansiswa. Museum ini memiliki 6 ruangan beserta tema di antaranya:
Ruang Tidur Khusus (Ki Hadjar Dewantara: Aktivis Anti-Kolonial), Ruang Keluarga
(Filsafat Tamansiswa), Ruang Tamu Utama (Konsep Pendidikan Ki Hadjar), Ruang
Kerja Ki Hadjar (Ki Hadjar: Pahlawan Nasional), Kamar Tidur Ki & Nyi Hadjar
(Tamansiswa dan Perjuangan Hak Perempuan), dan Kamar Tidur Putri (Pendidikan
Melalui Seni & Budaya).
Tidak hanya museum, MDKG juga memiliki perpustakaan yang
berisi buku-buku maupun karya khususnya mengenai Perguruan Tamansiswa. Museum ini
tidak mematok biaya tiket, hanya dana sukarela bagi yang ingin memberikan sudah
disediakan kotak kecil di area ruang keluarga. Jam kunjung museum ini adalah
Senin-Sabtu (kecuali Jumat) pukul 08.00-13.30 WIB, dan hari Jumat pukul
08.00-11.00 WIB. Anda juga dapat menelusuri Perguruan Tamansiswa seperti
Pendopo, sekolah, dan Kampus Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
yang masih satu kompleks dengan MDKG. Dengan mengunjungi museum ini, anda akan
mendapatkan banyak informasi mengenai kiprah Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak
Pendidikan dan Pahlawan Nasional Indonesia. Selamat berkunjung!

Komentar
Posting Komentar