Intro Living Museum, Konsep Segar Menelusuri Khazanah Jati Diri Wilayah Kotagede

        Mataram adalah salah satu Kesultanan besar nusantara yang menjadi kebanggaan para penerusnya, terkhusus bagi masyarakat Yogyakarta. Panembahan Senopati sebagai raja Mataram yang pertama (1586-1601) menempati kawasan Kotagede sebagai ibukota kerajaan. Kawasan ini kemudian semakin berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Seiring berjalannya waktu, Kotagede menjadi pusat perdagangan dan kerajinan perak dimulai dari tahun 1903. Hal ini tak khayal menimbulkan peradaban yang unik dimulai dari industri, makanan, hingga kelompok orang yang menetap di area selatan Kota Yogyakarta ini. Salah satu contohnya adalah Orang Kalang, kelompok ahli bangunan yang bekerja untuk Raja Mataram. Orang Kalang memiliki tempat istimewa sebagai saudagar di Kotagede dengan ciri khas tempat tinggal yang megah pada saat itu. Salah satu Rumah Kalang yang masih terawat dengan baik adalah rumah bekas milik B.H. Noerijah. Rumah ini adalah aset Pemda DIY yang diubah fungsinya menjadi museum dengan nama “Intro Living Museum Kotagede” pada tahun 2021.

Gambar 1. Intro Living Museum Kotagede tampak depan.

            Konsep museum ini menggambarkan suasana masa lampau dan melibatkan aktivitas masyarakat dengan tradisi yang masih hidup dan menjadi pusat informasi wilayah Kotagede. Terdapat beberapa klaster yang disuguhkan di antaranya Klaster Arkeologi dan Lanskap Sejarah, Klaster Pertunjukkan Sastra, Klaster Adat-Tradisi, Klaster Kemahiran Teknologi, serta Klaster Pergerakan Sosial Kemasyarakatan. Setiap klaster berada di ruangan yang berbeda-beda sehingga pengunjung dapat fokus untuk menikmati setiap koleksi di dalamnya. Tidak hanya koleksi benda, terdapat teknologi interaktif untuk semakin menarik minat para pengunjung dalam menikmati koleksi. Selain memamerkan barang-barang saksi bisu peradaban Kotagede, museum ini juga menggambarkan kiprah keluarga B.H. Noerijah saat masih menempati bangunan dengan arsitektur unik tersebut.

Gambar 2. Salah satu koleksi Intro Living Museum Kotagede.

          Suasana yang sejuk dan tempat yang luas membuat ambience menjadi lebih nyaman ketika berkunjung ke museum ini. Selain itu, terdapat edukator yang siap untuk membantu menjelaskan koleksi-koleksi yang dipamerkan. Jika anda ingin berkunjung ke museum ini, anda diharapkan untuk mengisi form kunjungan secara online di website Intro Living Museum Kotagede di bit.ly/MuseumKotagede tanpa harus membayar tiket. Untuk jam operasional Museum adalah sebagai berikut:

            Selasa-Kamis                           : 08.00-16.00

            Jumat                                       : 08.00-14.30

            Senin dan Libur Nasional       : TUTUP

Pengunjung yang ingin datang diharapkan sudah ada di lokasi maksimal 60 menit sebelum jam tutup museum. Tidak hanya kunjungan ke museum, anda juga dapat mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan dengan memantau akun media sosial Intro Living Museum Kotagede. Selamat berkunjung!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memadukan Unsur Budaya Jawa dan Teknologi ala Gedung Baru Museum Sonobudoyo

AGAMA SIKH: SEJARAH, AJARAN, DAN SEPAK TERJANGNYA DI INDIA

SEJARAH SINGKAT KEPOPULERAN IKAN CUPANG DAN JENIS-JENISNYA DI INDONESIA