SEJARAH SINGKAT KEPOPULERAN IKAN CUPANG DAN JENIS-JENISNYA DI INDONESIA
Sejarah Cupang di Indonesia
Memelihara ikan sudah menjadi kegemaran bagi umat manusia sejak dahulu. Keindahan, keragaman, maupun fungsi dari ikan hias maupun ternak membuat banyak orang berlomba-lomba untuk memeliharanya. Begitu juga dengan ikan cupang, salah satu primadona ikan hias di Indonesia. Ikan cupang sudah populer di kalangan masyarakat sejak tahun 90-an sebagai ajang aduan maupun dipelihara. Namun menurut buku karya Sunari yang berjudul “Budi Daya Ikan Cupang”, ikan ini sendiri sudah dipelihara sebagai aduan sejak tahun 1960-an. Ikan cupang (Betta sp.) pada saat itu digemari sebagai ikan aduan karena karakternya yang agresif, mempertahankan teritori dan suka menyerang. Tak heran kemudian banyak orang mengenalnya sebagai ikan petarung.
Sekitar tahun 1970-an para importir ikan hias
mendatangkan varietas cupang baru yang unggul dan dihasilkan untuk budidaya.
Adanya varietas cupang baru ini merupakan cikal bakal cupang hias yang dikenal
saat ini, contohnya adalah cupang slayer yang
memiliki sirip dan ekor yang panjang. Baru kemudian pada sekitar 90-an terdapat
jenis-jenis ikan cupang baru dengan bentuk tubuh, sirip, dan warna yang lebih
unik. Habitat asli dari ikan cupang tersebar di beberapa wilayah Asia Tenggara
seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Namun
sebagian besar ikan cupang yang masuk ke pasar Indonesia adalah ikan-ikan dari
Thailand.
Klasifikasi
Ikan Cupang
Menurut Kottelat
(2013), ikan cupang yang dikenal masyarakat umum dimasukkan ke dalam
klasifikasi berikut:
Kelas : Pisces
Anak Kelas : Teleostei
Bangsa : Perciformes
Anak Bangsa : Anabantoidei
Suku : Osphronemidae
Marga : Betta
Jenis : Betta spp.
Betta spp. di
dunia tercatat sebanyak 79 jenis dengan 51 jenis berada di wilayah perairan
Indonesia. Secara umum, cupang memiliki bentuk tubuh yang memanjang dengan
kepala yang relative besar, mulut kecil dengan bibir agak tebal serta rahang
yang kuat. Sirip perut ramping memanjang, sirip punggung lebih dekat ke ekor. Sedangkan
sirip ekor biasanya berbentuk membulat dan dapat mengembang sebagai ciri khas
ikan cupang itu sendiri. Ikan ini memiliki sifat teritori dan agresif, jika
ingin memelihara cupang usahakan satu aquarium untuk satu ekor ikan (soliter).
Jenis-jenis
Ikan Cupang
A.
Cupang Hias
Jenis-jenis ikan cupang secara umum
dilihat dari ekornya.
1.
Cupang Veil Tail/Slayer merupakan cupang bentuk alami dengan
ekor yang “dipanjangkan” melalui perkawinan selektif sehingga menguncup ke
bawah.
2.
Cupang Spade Tail memiliki bentuk ekor melebar kemudian
mengecil hingga titik tertentu seperti sekop.
3.
Cupang Halfmoon memiliki sirip atas dan ekor panjang menyatu
dengan tepi tajam dan lurus membentuk sudut 180˚.
4.
Cupang Plakat memiliki ekor dan sirip pendek dan mirip dengan
cupang petarung.
5.
Cupang Halfmoon Plakat memiliki ekor dengan jenis Plakat
namun melebar hingga 180˚ seperti Halfmoon.
6.
Cupang Double Tail memiliki ekpr seperti Halfmoon namun
memiliki belahan di tengah ekornya.
7.
Cupang Double Tail Plakat merupakan cupang dengan jenis
plakat namun memiliki belahan di tengah ekornya.
8.
Cupang Crowntail/Serit adalah cupang dengan ekor seperti
mahkota ataupun sisir rambut.
9.
Cupang Roundtail memiliki sirip ekor bulat tanpa ada bagian
runcing.
10.
Cupang Rosetail memiliki bentuk ekor seperti bunga mawar.
11.
Cupang Dumbo Ear memiliki sirip dayung seperti telinga gajah.
Dari jenis-jenis tersebut sebenarnya
masih ada beberapa jenis lain yang belum disebutkan, bahkan kemungkinan ada
jenis yang bertambah dikarenakan rekayasa perkawinan ikan cupang yang dilakukan
oleh para peternak. Selain itu, ikan cupang terutama cupang hias juga memiliki
berbagai macam jenis warna seperti cupang solid, bi colored, grizzle, marble,
pastel, koi, nemo, candy, copper, fancy, hellboy, samurai, avatar, dan yang
lainnya.
B.
Cupang Alam
Cupang alam (Wild Betta) adalah
cupang liar yang hidup sesuai dengan habitatnya. Berbeda dari cupang hias, ikan
ini memiliki bentuk dan warna yang mungkin tidak semenarik cupang hias namun
memiliki keunikan tersendiri karena tidak terpengaruh oleh rekayasa genetik
perkawinan spesies dari campur tangan manusia. Cupang alam dibagi menjadi dua
jenis dalam perkembang biakannya, yaitu mouth
brooder atau cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut dan bubble nester atau cupang yang membangun
sarangnya dengan busa.
Jenis-jenis
cupang alam adalah sebagai berikut:
1. Splendens (Siamese Fighting Fish), habitat aslinya dari
Thailand dan bisa bertumbuh hingga ukuran 7-8 cm. Cupang alam ini termasuk
agresif dan bisa membunuh pejantan lain jika memasuki teritorinya.
2. Bellica (Standard’s Betta), berasal dari Malaysia dan
memiliki sirip lebih pendek dari splendens. Ikan ini kadang melompat dari dalam
air untuk menangkap mangsanya. Ikan ini berukuran 8-9 cm.
3. Coccina (Clorat’s Betta), berasal dari Sumatra tepatnya Riau
dan Jambi, serta Johor Malaysia. Ikan ini memiliki warna tubuh merah kecoklatan
dengan mata yang berwarna biru cerah. Ikan ini merupakan salah satu cupang alam
yang terkecil.
4. Channoides (Snakehead Betta), masuk dalam keluarga
Albimarginata yang memiliki habitat asli di Sungai Mahakam dekat Pampang
Kalimantan Timur. Bentuk kepalanya menyerupai kepala ular yang membuat
orang-orang menyebutnya sebagai Sanakehead Betta.
5. Betta Macrostoma (Spotfin Betta), habitat aslinya di
Kalimantan tepatnya di negara Brunei Darussalam. Tampilannya mirip dengan Betta
Channoides, hanya saja ukurannya dua kali lipat lebih besar.
6. Betta Imbellis (Slugger’s Betta), berasal dari Medan
Indonesia dan Malaysia. Ikan ini memiliki bentuk tubuh silinder dan memiliki
warna tubuh hijau atau biru cemerlang dengan kepala yang berbentuk bulat
panjang dan berwarna hitam legam. Cupang ini sering dijadikan sebagai cupang
aduan.
7. Betta Mahachaiensis, berasal dari Thailand dan membangun
sarangnya dengan busa (bubble nest). Ikan ini cenderung berwarna hijau metalik
maupun biru.
8. Betta Patoti (Tiger Betta), berasal dari Kalimantan di sungai
Mangar sepanjang Kutai Kartanegara ke utara. Cupang ini berukuran besar dengan
panjang maksimal 10 cm.
9. Betta Picta (Painted Betta), ikan ini berasal dari Jawa. Habitat
dari cupang ini berada di perairan dangkal sehingga sering disebut sebagai
cupang sawah.
Contoh-contoh tersebut hanya sedikit
dari banyak jenis ikan cupang alam yang tersebar di Asia Tenggara. Terdapat pula
jenis-jenis ikan cupang yang masih sering menjadi perdebatan, seperti misalnya
Betta Alien yang sering disebut sebagai cupang alam namun nyatanya merupakan
hasil rekayasa perkawinan genetik atau disebut juga sebagai hybrid.
Sumber:
ikanhias-id.blogspot.com, "Jenis Jenis Ikan Cupang : Cupang Alam Cupang Aduan dan Cupang Hias (Spesies, Bentuk Ekor dan Warna)", 26 Februari 2015, https://ikanhias-id.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-ikan-cupang-hias.html (diakses pada tanggal 20 Februari 2022).
penjualcupang.com, "Betta Picta, Inilah Penjelasan Lengkapnya", 25 Februari 2019, https://penjualcupang.com/blog/betta-picta (diakses pada tanggal 20 februari 2022).
Gema Wahyudewantoro, "Mengenal Cupang (Betta spp.) Ikan Hias yang Gemar Bertarung", Warta Iktiologi Vol: 1 (1) Mei 2017: 28-32.
wahh jadi lebih tau ttg jenis-jenis ikan cupang, terima kasih kak!! 😁 karena beberapa waktu lalu sempat pelihara ikan cupang tp ada beberapa mati :( mungkin lain waktu bisa ditambah how to merawat cupang dengan baik dan benar ya kakk :D
BalasHapus